Metrosiar – Kota Tangerang, DPD Partai Gelora Indonesia Kota Tangerang kembali memberikan kontribusinya bagi masyarakat di wilayah Kota Tangerang.
Diketahui Gelora Tangerang kini menjalani salah satu programnya yang diberi nama “Berbagi Al-Qur’an dan Buku Iqro”.
Kegiatan berbagi Al-Qur’an dan Buku Iqro ini bertujuan untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an di wilayah Kota Tangerang, Provinsi Banten, dan memberikan semangat bagi generasi muda untuk belajar dan mencintai Al-Qur’an.
“Hari ini kami dari perwakilan kader dan jajaran pengurus Partai Gelora Indonesia Kota Tangerang melakukan kegiatan berbagi Al-Qur’an dan Buku Iqro,” ungkap Gunawan Raharjo.
“Kegiatan hari ini kita lakukan di wilayah kelurahan Cimone, harapannya semoga masyarakat dan khususnya generasi muda semangat dan semakin cinta terhadap Al-Qur’an selain itu tujuan kita memberantas buta huruf Al-Qur’an di wilayah Kota Tangerang,” lanjutnya.

Kelurahan Cimone wilayah RT 3 RW 9 pada hari ini yang menjadi penerima kegiatan, Ustaz Syahrudin selaku guru ngaji yang memiliki 58 murid ini merasa senang dan terbantu atas bantuan yang diberikan oleh Partai Gelora Indonesia.
“Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada DPD partai Gelora Indonesia Kota Tangerang atas pemberian Al-Qur’an dan buku Iqro pada hari ini, InsyaAllah menambah semangat 58 anak-anak yang setiap harinya mengaji disini,” ucap Ustaz Syahrudin.
Mengonfirmasi kegiatan yang diadakan tersebut, Ketua DPD Gelora Indonesia Kota Tangerang Iksan Bhakti mengiyakan dan memang bebas buta huruf Al-Qur’an juga program yang diprioritaskan oleh Ketua Umum Anis Matta.
“Iya teman-teman hari ini melakukan kegiatan berbagi Al-Qur’an dan Buku Iqro, kegiatan ini kita mulai mengikuti arahan program juga yang dibuat oleh ketua umum Anis Matta untuk Indonesia Bebas Buta huruf Al-Qur’an,” ucap Iksan Bhakti saat dihubungi via telepon.
Melansir survei dari Kementerian Agama mengenai statistik buta huruf Al-Qur’an. Di Indonesia, sekitar 65% masyarakat masih buta aksara Al-Qur’an, terutama di daerah pedesaan.
Sementara itu, di Provinsi Banten, sekitar 12,4% warga tidak bisa membaca Al-Qur’an. Survei Kemenag menunjukkan bahwa responden yang mengenali huruf dan harakat Al-Qur’an mencapai 61,51%.(*)
Sumber Berita: Metrsosiar










