Sejarah Baru Tercipta, Gubernur Jatim dan Malut Kerja Sama Dagang Setengah Triliun

Kamis, 13 Maret 2025 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos (kiri), diambil Selasa (11/3/2025). //Dok.Pemprov Jatim//

Potret Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos (kiri), diambil Selasa (11/3/2025). //Dok.Pemprov Jatim//

 

Metrosiar – Kerja sama antara Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mencetak sejarah baru melalui misi dagang dan investasi terbesar.

Misi dagang ini menghasilkan transaksi mencapai Rp 500 miliar atau setengah triliun rupiah.

Hal ini disampaikan oleh Sherly Laos dalam sambutannya pada Misi Dagang Jawa Timur – Maluku Utara ke-3 yang berlangsung di Bela Hotel Ternate, pada Rabu (12/3/2025), dikutip Metrosiar.com dari Tribun Ternate.

Menurut Sherly Laos, transaksi final pada acara tersebut mencapai total Rp 568.042.498.000, yang terdiri dari nilai jual dari Jawa Timur sebesar Rp 271.674.498.000 dan nilai beli dari Maluku Utara sebesar Rp 296.368.000.000.

Transaksi ini menjadikan misi dagang ini sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah kedua daerah tersebut.

Komoditas yang Diperjualbelikan

Komoditas yang dibeli oleh Jawa Timur antara lain ikan tenggiri dan ikan layur beku, buah pala, rumput laut, arang tempurung kelapa, cumi-cumi, dan udang vaname.

Sementara itu, komoditas yang dijual oleh Jawa Timur ke Maluku Utara meliputi produk hasil perikanan, rokok, bahan material, ayam frozen, minyak goreng, tepung, kedelai, benih tanaman holtikultura, beras, dan telur.

Baca Juga :  Pempus Dorong Peran Jawa Timur pada Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pertanian

Pertumbuhan Perdagangan Antardaerah

Sherly Laos juga menyoroti hubungan perdagangan yang terus berkembang antara Jawa Timur dan Maluku Utara.

Berdasarkan data dari BPS dan Kementerian Perdagangan, volume perdagangan antara kedua daerah ini mengalami peningkatan signifikan.

Pada tahun 2015, volume perdagangan tercatat sebesar Rp 72 miliar, dengan Jawa Timur mencatat surplus sebesar Rp 68 miliar.

Pada tahun 2019, volume perdagangan melonjak sepuluh kali lipat menjadi Rp 800 miliar, dengan surplus Rp 200 miliar.

Angka ini terus meningkat, bahkan pada tahun 2020 tercatat Rp 2,2 triliun dengan surplus Rp 371 miliar.

Meskipun volume perdagangan sedikit turun pada tahun 2022-2023 akibat pandemi COVID-19, Jawa Timur tetap mencatatkan surplus Rp 400 miliar.

Diperkirakan, pada tahun berikutnya, volume perdagangan akan meningkat kembali menjadi Rp 1,3 triliun.

Meningkatkan Ekspor Maluku Utara

Sherly Laos menekankan pentingnya bagi Maluku Utara untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi defisit perdagangan.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Dandim 0510/Trs dan Forkopimda Tangerang Matangkan Pengamanan dari Banjir hingga Ibadah Natal

Selama ini, neraca perdagangan Jawa Timur selalu surplus, sementara Maluku Utara masih menghadapi defisit.

Sambutan Hangat dari Gubernur Khofifah

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga turut menyampaikan optimisme atas kerja sama ini.

Setelah tiba di Bandara Sultan Babullah, Kota Ternate, Gubernur Khofifah disambut dengan hangat oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan jajaran Forkopimda Maluku Utara.

Sebagai simbol sambutan, Gubernur Maluku Utara mengalungkan syal khas Ternate, Batik Tubo, pada Gubernur Khofifah.

Khofifah menyampaikan misi dagang ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antara Jawa Timur dan Maluku Utara serta mendorong pelaku usaha lokal untuk mendapatkan jejaring bisnis baru.

Selain itu, kegiatan ini juga termasuk dalam agenda “Gathering Penguatan Pasar Daerah,” yang bertujuan memperkuat sinergi dalam memperluas pasar produk unggulan daerah.

Gubernur Khofifah berharap kegiatan ini akan semakin mempererat hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Maluku Utara serta mendorong pertumbuhan ekonomi kedua daerah, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah tersebut.(*)

Editor : Kun

Berita Terkait

Camat Kemiri Pimpin Pembukaan Pengajian Malam Jumat, Tekankan Kebersamaan dan Integritas”
PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar Raih Peringkat Beyond Compliance Pada Ajang Pengelolaan Lingkungan PROPER 2025
Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama
35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali
Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi
Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap
Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata
Lahan 1 Hektare Digarap! Polda Banten Tancap Gas Tanam Jagung
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 22:03 WIB

Camat Kemiri Pimpin Pembukaan Pengajian Malam Jumat, Tekankan Kebersamaan dan Integritas”

Kamis, 16 April 2026 - 12:04 WIB

PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar Raih Peringkat Beyond Compliance Pada Ajang Pengelolaan Lingkungan PROPER 2025

Rabu, 15 April 2026 - 10:40 WIB

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama

Rabu, 15 April 2026 - 07:27 WIB

35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali

Rabu, 15 April 2026 - 06:50 WIB

Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi

Berita Terbaru

Sertu Warno bersama pekerja bangunan saat proses pemasangan bata ringan (hebel) dalam program perbaikan rumah tidak layak huni milik Ibu Asih di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Daerah

35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali

Rabu, 15 Apr 2026 - 07:27 WIB