Metrosiar – Seluruh rumah sakit daerah (RSUD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) dipastikan akan menerima alat kesehatan (Alkes) lengkap untuk menangani empat penyakit katastropik.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Koordinasi bersama Gubernur Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur Johni Asadoma, serta bupati dan wali kota se-NTT pada Sabtu, 15 Maret 2025.
Menurut Menkes, ada empat penyakit katastropik yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, termasuk di NTT, yaitu stroke, jantung, ginjal, dan kanker.
Penanganan yang cepat terhadap serangan stroke dan jantung sangat penting agar korban tidak mengalami cacat permanen atau bahkan meninggal.
“Serangan stroke dan jantung harus ditangani dalam waktu dua jam sejak gejala muncul. Nggak mungkin kenanya di Sumba, telat jika dibawa ke Kupang,” ujar Budi Gunadi.
Alkes Lengkap untuk 514 Rumah Sakit di Indonesia
Selama ini, warga NTT yang menderita penyakit-penyakit tersebut sering dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, seperti Bali, Surabaya, dan Jakarta.
“Itu yang membuat saya nggak benar nih, karena stroke dan jantung harus ditangani di bawah dua jam,” tambah Menkes.
Kondisi ini tidak hanya terjadi di NTT, tetapi juga di seluruh provinsi dan kabupaten lainnya di Indonesia, yang totalnya mencapai 514 rumah sakit.
Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan akan menyediakan peralatan kesehatan untuk semua rumah sakit daerah agar dapat menangani penyakit katastropik dengan lebih cepat.
Peningkatan Kualitas Tenaga Medis dengan Beasiswa
Menkes juga meminta pemerintah daerah untuk menyediakan beasiswa bagi dokter umum agar dapat melanjutkan pendidikan ke spesialisasi medis.
Kemenkes pun menyiapkan beasiswa bagi dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
“Butuh dokter spesialis untuk menjalankan penanganan ini, jadi tolong alokasikan dana untuk mendukung relokasi dan pelatihan dokter spesialis,” jelasnya.
Dukungan Gubernur untuk Kesuksesan Program Kesehatan
Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, memastikan semua program pemerintah pusat, termasuk inisiatif dari Kementerian Kesehatan, akan sukses di NTT.
Salah satunya adalah program Melki-Johni di bidang kesehatan, yang mencakup Posyandu Tangguh untuk mendeteksi risiko stunting, edukasi gizi, dan kampanye hidup sehat.
Gubernur Melkiades juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kesehatan yang sudah membangun rumah sakit di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Manggarai Timur.
“Kita dorong agar semua bisa sukses di lapangan,” ujar Melki yang juga mantan anggota DPR RI.(*)










