Metrosiar – Di bawah nahkoda Presiden Prabowo Subianto, angin segar berembus bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan dana sebesar Rp 50 T (lima puluh triliun) untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2025.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menuturkan pencairan THR akan dimulai paling cepat tiga pekan sebelum gema takbir berkumandang.
Jika Idulfitri 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 (tiga puluh satu) Maret 2025, maka pekan depan menjadi awal pencairannya.
THR sebagai Pendorong Ekonomi dan Kesejahteraan
Langkah percepatan ini bukan sekadar wujud apresiasi bagi para abdi negara, tetapi juga siasat strategis untuk menggairahkan roda ekonomi.
Dengan aliran dana segar ini, diharapkan daya beli masyarakat meningkat, konsumsi domestik menguat, dan sektor perdagangan serta jasa pun semakin hidup.
Kebijakan ini diharapkan mampu menopang stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun 2025.
Komitmen Negara, Sejahtera Bersama
Alokasi dana THR tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yang berada di angka Rp 48,7 (empat puluh delapan koma tujuh triliun).
Kenaikan ini menjadi bukti bahwa negara hadir dalam memastikan kesejahteraan ASN sekaligus menjaga gairah ekonomi menjelang perayaan Idulfitri.
Jadwal Pencairan THR
- ASN: Pencairan akan dimulai paling cepat tiga minggu sebelum Idulfitri.
- Pekerja Swasta: Pemerintah mendorong perusahaan untuk membayarkan THR kepada karyawan paling lambat satu pekan sebelum Lebaran.(*)
Editor : Konrad Wodo










