Bajawa.Metrosiar- Sekolah Tinggi Pertanian Flores-Bajawa (STIPER FB) secara resmi meluncurkan Galeri Investasi Digital Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kegiatan yang berlangsung, Kamis (05/2/26) bertempat di Kampus C Turekisa ini dihadiri, Bupati Ngada, Kepala Bursa Efek Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Timur, perwakilan PT Phintraco Securitas, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga-lembaga keuangan, mahasiswa, serta perwakilan siswa SMA dan SMK di sekitar Kota Bajawa.
Galeri Investasi Digital BEI STIPER Flores Bajawa ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Bursa Efek Indonesia, PT Phintraco Securitas, dan Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa.
Kehadiran galeri ini diharapkan menjadi sarana strategis dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda dan civitas akademika.
Ketua STIPER FB, Dr. Nicolaus Noywuli dalam sambutannya mengatakan, pendirian Galeri Investasi ini bertujuan menjadikan kampus sebagai pusat edukasi dan informasi pasar modal bagi mahasiswa maupun masyarakat umum.
Untuk menjadikan STIPER FB sebagai Pusat Galeri Investasi Digital Nicolaus Noy mengaku, bahwa membutuhkan proses yang cukup lama.
Galeri investasi di kampus STIPER Flores Bajawa bertujuan untuk mengenalkan pasar modal sejak dini kepada civitas akademika dan masyarakat, sekaligus meningkatkan edukasi, literasi, dan inklusi keuangan,” tegas Dr. Nicolaus Noywuli.
Menurutnya, Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia STIPER Flores Bajawa juga akan berfungsi sebagai pusat informasi serta sarana praktik perdagangan saham secara riil.
Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta budaya investasi yang cerdas, sehat, dan bertanggung jawab di lingkungan kampus maupun masyarakat Kabupaten Ngada secara umum.
“Kami ingin membangun pemahaman yang benar tentang investasi, agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu berpartisipasi secara aktif dan bijak di pasar modal,” ujarnya.
Kegiatan peluncuran Galeri Investasi Digital BEI ini juga diisi dengan seminar literasi keuangan dan pasar modal.
Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia, serta PT Phintraco Securitas.*
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar










