Metrosiar.Ngada- Asisten 2 Setda Ngada, Nicolaus Noywuli mendampingi Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Veronika Tan melaunching Kebun Pangan Perempuan di Turetogo, Desa Wogo, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Jumat (31/10/25).
Menariknya, kebun pangan perempuan di Kampung Turetogo ini menjadi kebun pertama yang dilaunching oleh Wamen P3A di Provinsi NTT.
Dalam sambutannya mewakili Bupati dan Wakil Bupati Ngada, Nicolaus Noywuli mengapresiasi niat baik dari Kementerian P3A melalui Wamen yang telah memberikan kesempatan kepada kaum perempuan di Ngada untuk menjadi garda terdepan penggerak ekonomi keluarga lewat kebun pangan perempuan ini.
“Atas nama Bupati dan Wakil Bupati Ngada serta seluruh masyarakat Ngada, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ibu Wamen yang telah menghadirkan kebun pangan perempuan di tanah Ngada sebagai bagian dari program pemberdayaan perempuan,” ungkap Nico Noy.
Ia mengatakan, sebagai kebun pertama yang dilaunching oleh Wamen P3A tentunya harus menjadi contoh bagi Kabupaten/Kota yang lain di Provinsi NTT ini.

Tentunya lanjut Nico Noy, kebun pangan perempuan dengan pola permakulture yang akan dikelola oleh kelompok mama-mama ini diharapkan dapat memastikan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga yang berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Ngada akan terus mendukung dan selalu membangun kolaborasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, agar program ini tidak hanya berhenti disini tetapi terus berlanjut demi memastikan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga yang berkelanjutan,” tutup dia.
Sementara itu, Wamen P3A, Veronika Tan dalam kesempatan itu menekankan bahwa perempuan adalah penggerak utama ekonomi keluarga dan desa, dan inisiatif kebun pangan adalah salah satu cara untuk mewujudkan ekonomi perempuan yang tangguh serta menjamin gizi anak.
Untuk itu Veronika Tan berharap kepada seluruh kelompok perempuan yang akan mengelola kebun pangan perempuan tersebut untuk memanfaatkan kesempatan ini secara baik demi mewujudkan ekonomi perempuan yang tangguh.
Di lain pihak, Ia juga meminta perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada untuk mendorong keberhasilan program ini, sebab Veronika Tan meyakini betul bahwa kebun pangan perempuan ini mampu mendongkrak pergerakan ekonomi jika dikelola secara benar dan mendapat dukungan dari semua pihak.*
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar










