Wamenaker Dukung Imbauan Larangan Bekerja di Myanmar, Kamboja, dan Thailand untuk Lindungi Pekerja Migran

Avatar photo

Rabu, 2 April 2025 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Emmanuel Ebenezer (Noel). //Foto: Istimewa//

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Emmanuel Ebenezer (Noel). //Foto: Istimewa//

 

Metrosiar – Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Emmanuel Ebenezer (Noel), mendukung imbauan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, yang meminta warga Indonesia untuk tidak mencari pekerjaan sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Myanmar, Kamboja, dan Thailand.

Noel mengatakan imbauan tersebut sangat tepat secara moral.

Menurutnya, pemerintah khawatir masyarakat Indonesia akan menjadi korban perdagangan manusia atau terjebak dalam praktik penipuan, seperti yang sering terjadi di industri perjudian online.

“Noel menegaskan, “Imbauan ini benar dari sisi moral karena kita khawatirkan teman-teman yang bekerja di Kamboja akan terjebak menjadi operator judi atau korban penipuan.”

Lebih lanjut, Noel mengingatkan pekerja migran yang bekerja secara ilegal berisiko tinggi untuk menjadi korban kejahatan, termasuk pencurian organ tubuh.

“Bahkan bisa saja mereka dicuri organ tubuhnya. Apa yang dilakukan Pak Karding itu benar dari sisi moral, dan kami mendukungnya,” tambah Noel.

Baca juga:  Presiden Prabowo Dorong Ekonomi Nasional Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Saat ditanya mengenai masalah lapangan pekerjaan yang semakin terbatas di dalam negeri, Noel menanggapi dengan optimisme.

Ia meyakini ke depan, peluang kerja akan semakin luas, meski ia meminta masyarakat untuk bersabar.

“Lapangan pekerjaan tidak sempit. Nanti akan ada peningkatan. Kita harus sabar dan berjuang. Negara tidak akan tutup mata terhadap masalah ini,” ujar Noel.

Noel juga menyoroti praktik calo tenaga kerja serta organisasi masyarakat (ormas) yang sering merugikan masyarakat.

Ia menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk melawan praktik tersebut, terutama ormas yang berperilaku seperti calo yang merugikan pekerja migran.

“Kami melawan ormas-ormas nakal dan pejabat-pejabat yang berpikiran seperti ormas yang suka melakukan pemerasan,” katanya.

Baca juga:  Berikut Rekam Jejak, Karier hingga Harta Kekayaan Pasutri AKBP Arisandi dan AKBP Rise Sandiyantanti, Sama-sama Menjabat Kapolres

Selain itu, Noel juga mengungkapkan dukungannya terhadap upaya Presiden Prabowo Subiato dalam memberantas korupsi dan meningkatkan pelayanan publik.

Sebelumnya, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding juga mengatakan Indonesia belum memiliki kesepakatan pengiriman pekerja migran ke Myanmar, Kamboja, dan Thailand.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak bekerja ke negara-negara tersebut, karena kecenderungannya terkait dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Karding bahkan menyarankan untuk melarang keberangkatan pekerja migran ke negara-negara tersebut.

Terkait dengan penangkapan 29 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermasalah di Filipina, Karding menegaskan perlunya memverifikasi status mereka, apakah mereka pekerja migran atau bagian dari diaspora.

Ia juga mengatakan setelah Idulfitri 2025, Kementerian P2MI akan menyelesaikan penataan teknis pengiriman pekerja migran, termasuk proses sertifikasi dan akreditasi sebelum mereka bekerja di luar negeri.(*)

Editor : Konrad

Sumber Berita: BeritaMediaSiber, Metrosiar.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah
Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat
Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”
Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo
Cara Cek Kena Tilang ETLE atau Tidak Tanpa ke Kantor Polisi, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Menit
Kapolda Banten Beberkan Ancaman Baru, Pengamanan Objek Vital Kini Tak Bisa Lagi Cara Lama
Posyandu Mawar 6 Pasar Kemis Jadi Andalan Banten, Siap Tembus Tingkat Nasional
Sambut HUT RI ke-81, PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar Tranformasikan FABA Menjadi Ruang Belajar di Sekolah Sekitar Perusahaan
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:38 WIB

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:18 WIB

Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:15 WIB

Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:40 WIB

Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:11 WIB

Kapolda Banten Beberkan Ancaman Baru, Pengamanan Objek Vital Kini Tak Bisa Lagi Cara Lama

Berita Terbaru

Menko Polkam Djamari Chaniago (tengah) memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor.

Hukum & Kriminal

3,37 Ton Narkoba Dimusnahkan, Pesan Menko Polkam Langsung Jadi Sorotan

Jumat, 24 Jul 2026 - 18:57 WIB