Istana Ingatkan Masyarakat Waspadai Penyalahgunaan Label Ormas

Selasa, 27 Mei 2025 - 23:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi (tengah) buka suara terkait praktik premanisme berkedok Ormas. (instagram/pco.ri)

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi (tengah) buka suara terkait praktik premanisme berkedok Ormas. (instagram/pco.ri)

Metrosiar – Pemerintah melalui Istana Kepresidenan mengimbau masyarakat agar tidak mudah tertipu oleh kelompok-kelompok yang mengeklaim sebagai organisasi kemasyarakatan (Ormas), namun melakukan praktik yang meresahkan dan bertentangan dengan hukum.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menanggapi isu yang belakangan ramai dibicarakan terkait dugaan pendudukan lahan milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) oleh sekelompok orang yang menyebut diri sebagai Ormas.

Ormas Tidak Sama dengan Premanisme

Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Kwarnas, Jakarta Pusat, pada Senin (26/5/25), Hasan Nasbi menegaskan penggunaan istilah Ormas harus dilakukan dengan hati-hati karena sering kali disalahartikan.

Baca Juga :  Andra Soni Gagas Pos Pelayanan Multifungsi untuk Masyarakat Desa di Banten

“Jangan mudah menggunakan istilah ormas,” ujar Hasan.

Ia juga menekankan banyak organisasi yang tergolong ormas justru memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Beberapa contoh yang disebutkan Hasan antara lain Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, yang telah lama dikenal sebagai ormas dengan kiprah yang konstruktif di berbagai bidang kehidupan sosial dan keagamaan.

Pemerintah Fokus Tindak Premanisme

Hasan menjelaskan prioritas pemerintah saat ini adalah mengambil langkah tegas terhadap praktik-praktik premanisme yang mengganggu ketertiban dan keamanan, bukan membatasi keberadaan ormas yang sah.

“Yang mau diatasi oleh pemerintah adalah premanisme,” katanya.

Ia juga menyampaikan Presiden telah memberikan arahan kepada aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan terhadap praktik-praktik yang menghambat iklim usaha dan investasi.

Baca Juga :  PTUN Jakarta Tegaskan Kepemimpinan Sah HM Arsyad Cannu di Laskar Merah Putih

Hasan mengungkapkan sejumlah investor enggan menanamkan modal karena adanya tekanan dan pungutan liar dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam kegiatan usaha.

Masyarakat Diminta Membedakan Ormas dan Premanisme

Lebih lanjut, Hasan Nasbi mengingatkan masyarakat untuk memahami perbedaan antara Ormas dan tindakan premanisme.

Menurutnya, pelabelan Ormas secara sembarangan terhadap kelompok yang melakukan pelanggaran hukum dapat merugikan organisasi-organisasi sah yang tidak terlibat dalam kegiatan semacam itu.

“Kita tidak lagi menggunakan kata-kata Ormas, tapi menggunakan istilah premanisme,” tandas Hasan.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Berita Terkait

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama
Gelora Panaskan Mesin 2029, Program Rahasia DPD Mulai Digeber!
Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia
Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu
Lebaran Betawi 2026 lebih beda, Semua Orang Bakal Berkumpul di Lapangan Banteng.
Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana
Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jaminan Saudi
Mahfuz Sidik Dorong Aliansi Baru Timur Tengah untuk Hapus Hegemoni Amerika
Berita ini 8 kali dibaca
Artikel ini membahas imbauan Istana kepada masyarakat untuk mewaspadai penyalahgunaan istilah ormas oleh kelompok yang melakukan praktik premanisme. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan penindakan terhadap premanisme tanpa membatasi peran ormas sah. Disampaikan pula bahwa tindakan ini penting demi menjaga iklim investasi dan keamanan masyarakat.

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:40 WIB

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama

Senin, 6 April 2026 - 09:02 WIB

Gelora Panaskan Mesin 2029, Program Rahasia DPD Mulai Digeber!

Sabtu, 4 April 2026 - 22:17 WIB

Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia

Rabu, 1 April 2026 - 17:46 WIB

Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:32 WIB

Lebaran Betawi 2026 lebih beda, Semua Orang Bakal Berkumpul di Lapangan Banteng.

Berita Terbaru

Sertu Warno bersama pekerja bangunan saat proses pemasangan bata ringan (hebel) dalam program perbaikan rumah tidak layak huni milik Ibu Asih di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Daerah

35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali

Rabu, 15 Apr 2026 - 07:27 WIB