Pertamina NRE Dorong Transisi Energi Hijau dan Bantu UMKM Naik Kelas

Selasa, 23 September 2025 - 18:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina NRE dorong transisi energi hijau efisien, dukung UMKM naik kelas lewat Pertapreneur hingga sukses tembus pasar global. (Foto: Pertamina)

Pertamina NRE dorong transisi energi hijau efisien, dukung UMKM naik kelas lewat Pertapreneur hingga sukses tembus pasar global. (Foto: Pertamina)

Metrosiar – Transisi energi menuju energi bersih tidak hanya sebatas peralihan dari bahan bakar fosil ke energi hijau. Lebih dari itu, kuncinya terletak pada pengelolaan energi yang efisien.

Hal inilah yang ditawarkan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) melalui berbagai solusi menyeluruh yang tidak hanya menekan emisi, tetapi juga meningkatkan performa operasional industri.

Pertamina NRE selama ini dikenal lewat portofolio panas bumi, gas to power, dan tenaga surya. Namun, peran perusahaan energi ini tidak berhenti pada pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Pertamina juga menghadirkan layanan optimasi aset pembangkit listrik agar lebih hemat energi dan efisien.

“Kami menjawab kebutuhan industri untuk menjalankan kegiatan operasional rendah emisi dengan solusi komprehensif. Tidak hanya menghadirkan pembangkit listrik energi hijau, tapi juga memastikan aset eksisting bekerja lebih efisien sehingga lebih hemat energi dan rendah emisi,” jelas Direktur Proyek dan Operasi Pertamina NRE, Norman Ginting, Selasa (23/9/25).

Portofolio Energi Hijau Pertamina NRE

Melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Pertamina NRE menyalurkan energi panas bumi di berbagai wilayah Indonesia.

Perusahaan juga mengoperasikan Pembangkit Listrik Terpadu Jawa Satu Power dan mengembangkan PLTS skala besar untuk mendukung operasional Pertamina Hulu Rokan, salah satu produsen migas terbesar di Tanah Air.

Tak hanya di Indonesia, Pertamina NRE memperkuat kiprahnya secara global dengan kepemilikan saham di Citicore Renewable Energy Corporation (CREC), Filipina.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas penetrasi di pasar energi terbarukan Asia.

Tiga Pilar Efisiensi Energi

Baca Juga :  19 ribu Narapidana Akan diberikan Amnesti, Diumumkan Sebelum Lebaran ujar Menkum

Selain fokus pada pengembangan EBT, Pertamina NRE juga menawarkan layanan optimasi dan keandalan pembangkit listrik melalui tiga pilar utama:

  1. Operasi & Pemeliharaan (O&M): mencakup pemeliharaan preventif dan prediktif dengan teknologi mutakhir seperti Drone Thermal Imagery, IoT, AI/ML, hingga digitalisasi pemeliharaan.
  2. Optimasi Keandalan Aset: memanfaatkan energy storage, smart grid controller, dan pembangkit gas rendah emisi untuk menjaga stabilitas sistem.
  3. Konsultasi Efisiensi & Keandalan Aset: meliputi audit energi, reliability-centered maintenance (RCM), hingga penilaian kritikalitas peralatan berbasis data.

Mitra Strategis Transisi Energi

Layanan ini telah dimanfaatkan berbagai klien dalam maupun luar Grup Pertamina.

Kombinasi keahlian dan inovasi menjadikan Pertamina NRE sebagai mitra strategis industri dalam mewujudkan operasional hemat energi, efisien, dan rendah emisi.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan komitmen Pertamina NRE dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Menjadi pionir dalam berbagai proyek energi baru terbarukan, Pertamina melalui Pertamina NRE berupaya membangun ekosistem keberlanjutan. Langkah ini menghadirkan energi alternatif bagi masyarakat dan industri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Fadjar.

Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas Hingga Tembus Pasar Global

Selain fokus pada transisi energi, Pertamina juga aktif mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional.

Melalui program Pertapreneur (Pertamina Entrepreneur) Aggregator, ratusan UMKM kreatif berhasil naik kelas dengan akses pasar global.

Sejak diluncurkan pada 2022, program ini telah mendampingi lebih dari 300 UMKM potensial melalui pendampingan teknis, manajerial, hingga jejaring internasional.

Baca Juga :  Niat Prabowo Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia Menjadi Pertanyaan MUI

Menurut Fadjar Djoko Santoso, inisiatif tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs).

“Langkah ini juga selaras dengan Asta Cita Pemerintah, yaitu menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif,” ujarnya, Jumat (19/9/25).

Kisah Sukses Kainnesia

Salah satu bukti nyata adalah Kainnesia (Kain Tenun Indonesia), pemenang Pertapreneur Aggregator 2024.

Startup sosial ini memberdayakan ratusan penenun lokal untuk membawa produk tenun nusantara ke pasar internasional.

Pendiri sekaligus CEO Kainnesia, Nur Salam, mengungkapkan total tenaga kerja dari 37 UMKM mitra itu bisa mencapai lebih dari 400 orang.

“Semua ini menjadi bukti nyata bahwa Pertapreneur Aggregator berhasil mendorong pertumbuhan menyeluruh dan berkelanjutan, tidak hanya bagi Kainnesia tetapi juga UMKM lain yang kami bina,” jelasnya.

Produk kreatif Kainnesia kini telah tampil di berbagai ajang internasional seperti Osaka World Expo Japan 2025, Korea Import Fair di Seoul, hingga Inacraft 2025. Bahkan, pembeli dari Malaysia memesan sarung tenun senilai USD50 ribu atau sekitar Rp831 juta.

Komitmen ESG Pertamina

Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Ariffianto, menegaskan kehadiran Kainnesia menjadi bukti keseriusan Pertamina dalam memberdayakan UMKM.

“Semakin banyak UMKM aggregator, makin banyak pula UMKM yang bisa naik kelas, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.

Seluruh langkah ini sejalan dengan target net zero emission 2060 dan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis Pertamina.*

Editor : Wodo Ndaya Coya

Berita Terkait

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama
Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS
Gelora Panaskan Mesin 2029, Program Rahasia DPD Mulai Digeber!
Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia
Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu
Lebaran Betawi 2026 lebih beda, Semua Orang Bakal Berkumpul di Lapangan Banteng.
Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana
Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jaminan Saudi
Berita ini 18 kali dibaca
Pertamina NRE menghadirkan solusi transisi energi hijau efisien, mulai dari geothermal, PLTS, hingga optimasi aset industri. Tak hanya itu, Pertamina juga mendukung UMKM Indonesia melalui program Pertapreneur Aggregator. Hasilnya, produk kreatif lokal sukses menembus pasar global sekaligus memperkuat komitmen ESG.

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:40 WIB

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama

Kamis, 9 April 2026 - 18:50 WIB

Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS

Senin, 6 April 2026 - 09:02 WIB

Gelora Panaskan Mesin 2029, Program Rahasia DPD Mulai Digeber!

Sabtu, 4 April 2026 - 22:17 WIB

Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia

Rabu, 1 April 2026 - 17:46 WIB

Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu

Berita Terbaru

Sertu Warno bersama pekerja bangunan saat proses pemasangan bata ringan (hebel) dalam program perbaikan rumah tidak layak huni milik Ibu Asih di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Daerah

35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali

Rabu, 15 Apr 2026 - 07:27 WIB