Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jaminan Saudi

Senin, 30 Maret 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi (kanan), menyampaikan keterangan resmi terkait pelaksanaan haji 2026, didampingi seorang pejabat saat kegiatan di Jakarta.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi (kanan), menyampaikan keterangan resmi terkait pelaksanaan haji 2026, didampingi seorang pejabat saat kegiatan di Jakarta.

Jakarta, Metrosiar – Pemerintah Arab Saudi memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana, meskipun situasi geopolitik kawasan Timur Tengah memanas akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi, menegaskan bahwa keamanan jemaah menjadi prioritas utama. Seluruh rangkaian ibadah, kata dia, telah diantisipasi secara matang oleh pemerintah Saudi.

“Semua proses ibadah haji akan tetap berjalan sesuai rencana meskipun ada ketegangan di kawasan. Kami berkomitmen penuh menjaga stabilitas bagi para jemaah,” ujar Amodi di Jakarta, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga :  Tiga Kali Berturut-Turut PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar Raih Proper Emas Pada Anugerah Lingkungan Proper

Di tengah meningkatnya kekhawatiran global, pemerintah Saudi memastikan kondisi dalam negeri tetap aman dan terkendali. Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran jutaan calon jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci.

“Arab Saudi aman, dan semua akan berjalan sesuai rencana,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Amodi juga menyinggung dampak konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut sebagian besar serangan rudal tidak mengarah ke target utama.

“Dari seluruh rudal Iran, hanya 15% yang mengarah ke Israel. Sisanya, 85% meluncur ke negara-negara Muslim tetangganya di kawasan,” ungkapnya dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga :  Narasi Negatif terhadap Sufmi Dasco Ahmad Dinilai Tidak Sesuai Fakta di Lapangan

Serangan tersebut dilaporkan berdampak pada sejumlah fasilitas vital dan area sipil di kawasan Teluk, sehingga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas regional, termasuk sektor energi global.

Meski demikian, pemerintah Arab Saudi menegaskan tetap fokus menjaga kelancaran jalur udara dan laut untuk kebutuhan logistik haji. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh proses ibadah berjalan lancar, sekaligus menjamin keamanan di kawasan situs-situs suci yang menjadi tujuan utama jemaah.

Pemerintah Saudi juga menempatkan perlindungan terhadap tamu Allah sebagai prioritas utama di atas dinamika politik yang tengah berlangsung.

Sumber Berita: Himpuh News

Berita Terkait

Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu
Lebaran Betawi 2026 lebih beda, Semua Orang Bakal Berkumpul di Lapangan Banteng.
Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana
Mahfuz Sidik Dorong Aliansi Baru Timur Tengah untuk Hapus Hegemoni Amerika
Presiden Prabowo Tegaskan Pengiriman Pasukan Perdamaian Ke Gaza Palestina Bukan Untuk Melucuti Senjata Hamas
Prabowo Tegaskan Pemerintah RI Tidak Pernah Ada Komitmen Bayar Iuran 1 Miliar USD Ke BoP
Menhan Tegaskan TNI Harus Siap Kawal Kedaulatan Negara
Prabowo Menegaskan Indonesia Non Blok Tidak Akan Bergabung Dalam Aliansi Militer Manapun
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 17:46 WIB

Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:32 WIB

Lebaran Betawi 2026 lebih beda, Semua Orang Bakal Berkumpul di Lapangan Banteng.

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00 WIB

Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana

Senin, 30 Maret 2026 - 12:45 WIB

Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jaminan Saudi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 23:20 WIB

Mahfuz Sidik Dorong Aliansi Baru Timur Tengah untuk Hapus Hegemoni Amerika

Berita Terbaru

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Public Prosecution menyampaikan peringatan resmi terkait larangan merekam dan menyebarkan informasi insiden rudal dan drone, disertai ancaman sanksi hukum bagi pelanggar.

Nasional

Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana

Senin, 30 Mar 2026 - 13:00 WIB