Serang, Metrosiar – Polda Banten menggelar pembacaan dan pengambilan sumpah serta penandatanganan pakta integritas bagi panitia, peserta, dan orang tua/wali dalam penerimaan terpadu anggota Polri (calon taruna/taruni Akpol, bintara, dan tamtama) tahun anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gawe Kuta Baluwarti pada Selasa (31/03).
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, didampingi Auditor Kepolisian Madya TK. III Itwasda Polda Banten Kombes Pol Christian Aer, serta Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Ari Wibowo.

Dalam sambutannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan bahwa penerimaan terpadu tahun ini memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan sebelumnya. “Karena dibukanya berbagai jalur bintara, yakni PTU, SPKT, bakomsus humas, musik, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, intelijen, serta bidang pertanian, perkebunan, perikanan, teknik sipil, penyidik, peternakan, gizi, dan polair, serta penerimaan tamtama brimob dan polair, selain itu, terdapat pula jalur rekrutmen melalui penghargaan bagi atlet berprestasi pada ajang SEA Games maupun event nasional dan internasional,” ujar Kapolda Banten.

Kapolda Banten juga menekankan beberapa hal penting kepada peserta seleksi:
Tanamkan keyakinan bahwa keberhasilan diraih melalui kerja keras, disiplin, dan doa. Persiapkan diri dari sisi fisik, mental, dan kesehatan.
Nilai tes merupakan hasil yang diperoleh pada hari pelaksanaan dan tidak dapat diubah. Apabila terdapat perbedaan nilai yang ditampilkan secara real time, segera sampaikan kepada panitia untuk dilakukan koreksi.
Nilai yang diperoleh pada setiap tahapan seleksi merupakan hasil dari usaha dan kemampuan diri sendiri. Oleh karena itu, peserta harus yakin dan bertanggung jawab atas hasil yang diperoleh.

Di akhir kegiatan, Kapolda Banten menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur pengawas, panitia, serta masyarakat yang telah mendukung proses penerimaan terpadu anggota Polri tahun anggaran 2026. “Mari kita kawal bersama agar penerimaan anggota Polri terpadu di Polda Banten bebas dari KKN yaitu korupsi, kolusi, dan nepotisme sehingga berjalan secara clear and clean, untuk menghasilkan SDM yang unggul dan mampu mewujudkan Polri yang presisi yaitu prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan,” tutupnya.










