Penumpang Resah Banyak Pengamen, Organda Bogor Ambil Langkah Tegas di Angkot, Ini yang Dilakukan

Avatar photo

Selasa, 5 Agustus 2025 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angkot 112 Jurusan Depok-Terminal Kampung Rambutan. (Foto Ilustrasi: Konrad/Metrosiar)

Angkot 112 Jurusan Depok-Terminal Kampung Rambutan. (Foto Ilustrasi: Konrad/Metrosiar)

Metrosiar – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor mulai mengambil langkah tegas dengan memasang stiker bertuliskan “Dilarang Ngamen di Angkot” pada sejumlah angkutan kota (angkot) di wilayah Bogor, Jawa Barat, pada Senin (4/8/25).

Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan kehadiran pengamen di dalam angkot.

“Maka dari itu, kami ambil inisiatif untuk mulai memasang stiker larangan mengamen ini,” kata Ketua Organda Kota Bogor Sunaryana, usai menempelkan stiker di angkot wilayah Sukasari, dikutip dari Kompas.com, Selasa (5/8/25).

Baca juga:  Di Tengah Gempuran Zaman, Dadawea Menolak Lupa: Ka Sao Weti Wali Menjadi Benteng Terakhir Warisan Leluhur Ngada

Sunaryana menjelaskan, aksi ini merupakan tahap kedua dari program penertiban pengamen dalam angkot. Setelah Sukasari, target selanjutnya adalah trayek angkot di sekitar Pasar Jambu Dua dan wilayah lainnya di Kota Bogor.

Ia menegaskan bahwa kendaraan umum seperti angkot harus bebas dari aktivitas yang mengganggu kenyamanan penumpang.

“Ini adalah transportasi publik yang harus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujarnya.

Bogor Tertibkan Pengamen, Organda Tempel Stiker Larangan Ngamen di Semua Angkot
Angkot 112 Jurusan Depok-Terminal Kampung Rambutan. (Foto Ilustrasi: Konrad/Metrosiar)

Untuk mendukung inisiatif ini, Organda juga akan menyediakan nomor hotline khusus bagi masyarakat yang ingin melaporkan keberadaan pengamen di dalam angkot. Laporan dapat datang dari siapa pun, baik sopir maupun penumpang.

Baca juga:  Polsek Jajaran Rayon Tiga Gelar Apel KRYD dan Patroli Strong Point Ciptakan Keamanan Wilayah

“Laporan bukan hanya bisa dari sopir, tapi juga dari penumpang. Nantinya, kami akan melengkapi stiker larangan ini dengan nomor hotline pengaduan,” tambahnya.

Sunaryana juga menegaskan selain pengamen, pedagang asongan pun akan ditertibkan demi menciptakan angkot yang nyaman dan aman.

“Jika ingin pelayanan transportasi publik kita membaik, maka semua elemen yang mengganggu kenyamanan harus disingkirkan. Itu PR kita bersama,” tuturnya.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober
7.855 Rumah Rusak Akibat Gempa Ngada Masuk Tahap I, BNPB Segera Tindak Lanjuti
Gerindra DPR RI Gerak Cepat, Salurkan 10.000 Paket Sembako dan Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT
Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian
Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028
545 Calon Jemaah Haji Jalani Tes Kebugaran dan Pemeriksaan Gratis
Kemenko Pangan Salurkan Rp1,2 Miliar, Korban Gempa Ngada Dapat Bantuan Tunai hingga Logistik
Naas! Minibus EB 1539 DI Terjun ke Jurang 50 Meter di Golewa Selatan, 2 Tewas
Berita ini 40 kali dibaca
Organda Bogor larang pengamen masuk angkot dengan stiker khusus. Masyarakat bisa lapor lewat hotline jika masih menemukan pelanggaran.

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:29 WIB

Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober

Selasa, 29 September 2026 - 17:16 WIB

7.855 Rumah Rusak Akibat Gempa Ngada Masuk Tahap I, BNPB Segera Tindak Lanjuti

Selasa, 29 September 2026 - 12:54 WIB

Gerindra DPR RI Gerak Cepat, Salurkan 10.000 Paket Sembako dan Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian

Minggu, 27 September 2026 - 23:37 WIB

Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028

Berita Terbaru

Pemerintahan

Lurah Kutabaru Purna Tugas, Pesan Haru Warga

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:34 WIB