Jakarta, Metrosiar – Majelis Kaum Betawi bersama Bamus Betawi resmi mengumumkan penyelenggaraan Lebaran Betawi 2026 yang akan berlangsung pada 10–12 April 2026. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perhelatan budaya tahunan ini akan dipusatkan di Lapangan Banteng, sesuai arahan Gubernur Pramono Anung.
Ketua Umum Bamus Betawi, Riano P Ahmad, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini menjadi momentum istimewa, seiring perjalanan menuju lima abad Jakarta. Selain sebagai ajang halal bihalal, Lebaran Betawi 2026 juga menjadi yang pertama di bawah naungan MKB sebagai lembaga adat pasca-berlakunya UU DKJ No. 2 Tahun 2024.
“Ini adalah wujud adaptasi konstitusi. Lebaran Betawi 2026 membawa misi memperkokoh persatuan dan menjaga tradisi di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global,” ujar Riano, Senin (30/3).
Sejarah Lebaran Betawi dan Peran Tokoh Penting
Lebaran Betawi pertama kali diinisiasi oleh Amarullah Asbah dengan dukungan Gubernur Fauzi Bowo dan Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni. Sejak tahun 2008, kegiatan ini resmi diselenggarakan oleh Bamus Betawi sebagai simbol sinergi budaya antara masyarakat Betawi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Memasuki tahun ke-18, perayaan ini tampil lebih istimewa di bawah kepemimpinan MKB yang juga dipimpin Fauzi Bowo. Lebaran Betawi bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi ruang eksplorasi budaya yang sarat nilai spiritual, sosial, dan kearifan lokal masyarakat Betawi.
Sajiakan Budaya Khas dan Kolaborasi Masyarakat
Ketua pelaksana, Anas Ma’ruf, menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk koordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan kelancaran acara.
“Acara akan tetap menghadirkan tradisi khas Betawi seperti anteran, kuliner tradisional, hingga atraksi seni budaya dari seluruh wilayah kota,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memeriahkan acara ini.
“Lebaran Betawi adalah panggung identitas utama Jakarta. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk hadir, meramaikan, dan turut melestarikan budaya Betawi,” pungkas Anas.
Ajak Masyarakat Hadir dan Sebarkan Informasi
Dengan konsep yang lebih terpusat dan meriah di Lapangan Banteng, Lebaran Betawi 2026 diharapkan menjadi magnet budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat persatuan warga.
Masyarakat diimbau untuk tidak hanya hadir, tetapi juga membagikan informasi ini kepada keluarga, kerabat, dan komunitas, agar semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya Betawi semakin luas dirasakan.
Catat tanggalnya: 10–12 April 2026. Jadilah bagian dari perayaan budaya terbesar Betawi tahun ini!










