Kabupaten Bogor, Metrosiar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Provinsi Banten sukses menggelar ekspedisi ke Kawah Ratu, Gunung Bunder, Kabupaten Bogor. Kegiatan selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 28–30 November 2025, ini dipimpin langsung oleh Ketua DPW Banten, Wishnu Yudhamukti, dan diikuti oleh 18 peserta dari berbagai kota dan kabupaten di Banten.
Ekspedisi ini menjadi bagian dari agenda penguatan internal partai yang menekankan pada pembinaan karakter, ketangguhan mental, serta peningkatan solidaritas antaranggota. Di tengah dinamika politik dan sosial yang terus berkembang, DPW Partai Gelora Banten menilai bahwa penguatan mentalitas kader menjadi kebutuhan penting agar mampu berkontribusi lebih besar bagi masyarakat.
Tujuan Ekspedisi: Bangun Mentalitas Tangguh dan Solidaritas
Dalam sambutannya, Wishnu Yudhamukti menegaskan bahwa ekspedisi ini bukan sekadar kegiatan mendaki atau berwisata alam. Ia menyebutkan bahwa gunung adalah ruang pembelajaran yang efektif dalam membentuk karakter peserta.
“Gunung mengajarkan kesabaran, persiapan, kerja sama, serta kerendahan hati. Kami berharap setelah kegiatan ini, semangat peserta semakin kuat dalam bergerak, bekerja, dan melayani masyarakat,” ujarnya.
Wishnu menambahkan bahwa melalui tantangan fisik dan mental selama pendakian, para peserta diajak untuk merefleksikan kembali tanggung jawab mereka sebagai kader Partai Gelora dalam menghadapi persoalan bangsa.

Rangkaian Kegiatan: Dari Tracking Hingga Evaluasi Organisasi
Selama ekspedisi, peserta menjalani sejumlah kegiatan terstruktur yang dirancang untuk memberikan pengalaman menyeluruh. Pada hari pertama, peserta mengikuti orientasi medan dan pemahaman terkait keselamatan pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Kegiatan dilanjutkan dengan tracking menuju beberapa titik jalur Kawah Ratu yang dikenal memiliki medan menantang.
Selain aktivitas fisik, ekspedisi ini juga dibalut dengan edukasi konservasi lingkungan. Para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, pengelolaan sampah di kawasan hutan, serta pemahaman tentang potensi geologi Kawah Ratu.
Di malam hari, peserta mengikuti diskusi dan refleksi organisasi. Melalui sesi ini, mereka diajak mengevaluasi program yang telah berjalan, menyampaikan gagasan baru, serta memperkuat komitmen terhadap agenda perjuangan partai.
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pengalaman ini memberikan perspektif baru mengenai pentingnya kekompakan dan komunikasi.
“Pendakian ini membuat kami lebih mengenal satu sama lain. Tantangan alam memaksa kami bekerja sama, saling menguatkan, dan itu sangat berarti dalam membangun soliditas organisasi,” ujarnya.
Penutupan Kegiatan: Apel Bersama dan Pesan Kebangsaan
Ekspedisi ditutup dengan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Ketua DPW. Dalam momen tersebut, para peserta mendengarkan penyampaian pesan kebangsaan sebagai bentuk refleksi dari perjalanan selama tiga hari. Pesan tersebut menekankan pentingnya peran kader Partai Gelora dalam menjaga persatuan, merawat keindahan alam Indonesia, serta menghadirkan solusi atas tantangan masyarakat.
Usai apel penutupan, seluruh peserta kembali menuju Banten dengan membawa pengalaman, pembelajaran, dan semangat baru untuk diterapkan dalam aktivitas sosial dan organisasi.

Program Tahunan yang Akan Dilanjutkan
DPW Partai Gelora Banten memastikan bahwa kegiatan edukasi alam seperti ekspedisi Kawah Ratu akan dijadikan program rutin. Menurut Wishnu, aktivitas petualangan yang dikombinasikan dengan pembinaan mental dan edukasi lingkungan menjadi pendekatan yang efektif dalam pengembangan kualitas kader.
Partai Gelora Banten menilai bahwa kader yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan retorika atau strategi politik, tetapi juga kesiapan mental, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, program semacam ini akan terus didorong agar semakin banyak anggota yang dapat merasakan manfaatnya.
Melalui kegiatan ini, DPW Partai Gelora Banten berharap seluruh kader semakin siap menghadapi tantangan zaman, memperluas peran sosial di tengah masyarakat, serta memperkuat posisi Partai Gelora sebagai kekuatan politik yang mengedepankan intelektualitas, solidaritas, dan kepedulian terhadap lingkungan.*










