Pemkab Nagekeo Tanam Pepaya California, Wujudkan Literasi, Ketahanan Pangan, dan Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Avatar photo

Kamis, 14 Agustus 2025 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Nagekeo tanam pepaya California di Desa Langedhawe. (DOK.Prokopim)

Pemkab Nagekeo tanam pepaya California di Desa Langedhawe. (DOK.Prokopim)

Metrosiar – Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan meluncurkan Program Kolaborasi Inklusi Literasi Fungsional lintas stakeholder dengan kegiatan penanaman Pepaya California.

Program ini tidak hanya bertujuan menumbuhkan minat dan budaya membaca di kalangan masyarakat dan siswa sejak dini, tetapi juga mendukung ketahanan pangan serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional. Penanaman ini juga menjadi bagian dari 100 hari kerja Pemkab Nagekeo.

Bupati Nagekeo Simplisius Donatus bersama Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada, siswa, dan warga Desa Langedhawe melaksanakan penanaman perdana di Kebun Sekolah SDI Malawona pada Selasa (12/8/25).

Hadir pula Kapolres Nagekeo, jajaran Forkopimda, pimpinan BUMN/BUMD, LSM, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, dan tokoh adat.

Kegiatan diawali ibadat pemberkatan yang dipimpin Pastor Rekan Paroki Jawakisa, Pater Alex, dilanjutkan penanaman anakan pepaya oleh Bupati, Wabup, Kapolres, dan Wakil Ketua DPRD Yohanes Siga bersama tamu undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Simplisius menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar bercocok tanam.

Baca juga:  Cuaca Tak Menentu, Polda Banten Ingatkan Warga Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

“Penanaman Perdana Pepaya California yang dilakukan ini bukan sekedar menanam pepaya, akan tetapi lebih dari itu, sedang menanam harapan dan semangat, menanam ilmu dan masa depan,” ujarnya.

Ia memuji inisiatif Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang mengembangkan konsep perpustakaan sebagai “Rumah Peradaban” dan “Laboratorium Sumber Daya Manusia”.

“Ini bukan hanya gagasan, tapi gerakan yang hidup, yang hari ini kita saksikan bersama di Desa Langedhawe,” kata Simplisius.

Menurutnya, program ini mengajarkan cinta lingkungan, pembelajaran kontekstual, dan menjadikan pertanian sebagai bagian dari ekonomi kreatif dan pariwisata desa.

“Kita sedang membangun rantai nilai dari kebun ke pasar, dari pengetahuan ke kesejahteraan,” tambahnya.

Bupati juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang mencerminkan semangat gotong royong. Ia berharap Langedhawe menjadi desa percontohan dan program ini berkembang ke seluruh wilayah Nagekeo.

“Mari kita jadikan perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tapi tempat menyimpan mimpi dan mewujudkan masa depan,” pungkasnya.

Baca juga:  Kades Kohod Arsin Didenda Rp 48 Miliar atas Proyek Pagar Laut di Tangerang

Wakil Ketua DPRD Yohanes Siga menilai sinergi literasi dan pertanian memberi manfaat ganda, baik kecerdasan maupun kesejahteraan.

“Mari kita rawat bersama agar tumbuh subur, memberi buah manis dan menebarkan manfaat bagi orang banyak,” katanya.

Ia juga menyoroti peluang ekonomi dari budidaya pepaya untuk mendukung 20 dapur MBG yang melayani lebih dari 50.000 anak.

“Kita butuh 4.000 buah pepaya per hari. Kalau bapak ibu menanam 1 hektar saja akan dapat penerimaan kurang lebih 500 juta hingga 1 miliar,” ungkapnya.

Kepala Desa Langedhawe, Siprianus Mesi, berkomitmen melanjutkan program ini di seluruh lahan warga. Ia juga menyampaikan kebutuhan desa, termasuk perbaikan akses jalan, alsintan, air bersih, dan sarana komunikasi.

“Kami mohon bantuan alat untuk mencetak dan mengelola lahan, peningkatan jalan Malawona–Malawaka jadi aspal, dan sambungan pipa untuk air bersih,” pintanya.

Program ini menjadi tonggak kolaborasi antara pendidikan, pertanian, dan pemberdayaan masyarakat demi menciptakan kemandirian pangan dan kesejahteraan warga Nagekeo.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: nagekeokab.go.id

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Polisi Puloampel Jaga Kamtibmas Ini Bikin Warga Makin Dekat
Terbongkar! WN Rusia Bawa 7,8 Kg Hashish ke Bali, Akhirnya Tertangkap
170 Paket Sembako Dibagikan, Aksi Sosial Polda Banten di Karian Curi Perhatian
Ribuan Tenaga Bersatu di Jalur Ekstrem, Ini Pesan Kapolda Banten!
Jembatan Vital di Ciomas Disulap, Aksi Ditsamapta Polda Banten Jadi Sorotan
Jalan Lebar Preman Menuju Kekuasaan
Terungkap! Dua Pelaku Penganiayaan Anggota Brimob Kembali Dibekuk Polda Banten
Aksi Ditsamapta Polda Banten di Jembatan Merah Putih Tuai Apresiasi Warga
Berita ini 21 kali dibaca
Pemkab Nagekeo tanam pepaya California di Desa Langedhawe, kolaborasi literasi dan pertanian untuk ketahanan pangan dan MBG.

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:03 WIB

Cara Polisi Puloampel Jaga Kamtibmas Ini Bikin Warga Makin Dekat

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:14 WIB

Terbongkar! WN Rusia Bawa 7,8 Kg Hashish ke Bali, Akhirnya Tertangkap

Senin, 8 Juni 2026 - 22:12 WIB

170 Paket Sembako Dibagikan, Aksi Sosial Polda Banten di Karian Curi Perhatian

Senin, 8 Juni 2026 - 21:04 WIB

Ribuan Tenaga Bersatu di Jalur Ekstrem, Ini Pesan Kapolda Banten!

Senin, 8 Juni 2026 - 20:32 WIB

Jembatan Vital di Ciomas Disulap, Aksi Ditsamapta Polda Banten Jadi Sorotan

Berita Terbaru